Pembuatan kelompok :
*Kelompok dibentuk oleh dosen secara random (acak), dan kelompok satu beranggotakan Alvian Osalindo, Widjana Dewi, Patrick Setiawan, Fransiskus Martin, Pribadi Chandra, Roby Lauwang, Kelvin Pratama, Andreas Martin, Herryawan Yulianto, dan Jeffry.
*Rata-rata anggota kelompok sudah mengenal satu sama lain. Karena sudah pernah sekelas di semester sebelumnya atau bahkan teman sejak SMA, sehingga tidak terlalu asing lagi. Adapun anggota yang masih asing bukannya tidak mengenal hanya karena belum dekat saja, karena kurangnya interaksi di kelas.
*Setelah kelompok dibentuk dosen memberi instruksi untuk saling berkenalan dan bertukar nomor handphone dan informasi mengenai hobi dan alamat rumah. Dosen memiliki tujuan agar di antara anggota kelompok dibangun relasi yang dekat sehingga nantinya berguna dalam menjalankan tugas – tugas kelompok.
*Ketua kelompok yang dipilih adalah Alvian Osalindo. Pemilihan ketua dilakukan oleh dosen secara random juga. Diharapkan dengan adanya ketua ini kelompok dapat di-manage dengan baik, mulai dari pembagian peran dalam kelompok, pembagian tugas, bahkan aturan – aturan yang ada dalam kelompok secara internal.
Memahami kelompok :
*Tugas pertama yang diberikan oleh dosen adalah membuat personal file dimana di dalam personal file berisikan biodata dari masing – masing anggota kelompok beserta latar belakang dari keluarga masing – masing anggota. Dengan adanya personal file ini dosen memiliki tujuan agar antara anggota kelompok saling memahami satu sama lain, tanpa adanya jarak sama sekali.
*Dengan mempelajari personal file dari masing – masing anggota, anggota lain dapat mengenali secara personal masing – masing anggota. Ternyata ada dari anggota kelompok yang sudah memiliki pengalaman dalam berorganisasi baik dalam sekolah maupun pekerjaan. Iniliah yang menjadi nilai tambah dari kelompok satu dari kelompok lainnya. Dengan adanya anggota yang telah berpengalaman dapat membantu meringankan beban kelompok. Maksudnya kelompok dapat di-manage dengan baik dengan bantuan anggota yang telah berpengalaman tersebut.
*dalam kelompok ini ditemukan pribadi –pribadi yang unik, seperti Pribadi Chandra yang selalu menyemangati anggota lainnya sehingga anggota lain tidak patah semangat, Alvian yang pandai mengatur kelompok sehingga pembagian tugas berjalan dengan lancar, Robby yang mahir dalam berbicara dan berdebat
Mempererat hubungan kelompok :
*Di dalam kelompok satu, ada beberapa anggota yang memiliki julukan atau nama panggilan dari aggota kelompok lainnya. Seperti Fransiskus Martin dengan julukan GeGeMan, Kelvin Pratama dengan julukan Papi, dan Andreas Martin dengan julukan Bos.
*Selain nama julukan atau panggilan, di dalam kelompok juga ada rumor yang beredar yaitu dekatnya Alvian sang ketua kelompok dengan Widjana Dewi yang merupakan satu – satunya anggota wanita di dalam kelompok satu, seringkali rumor ini menjadi bahan lelucon di dalam kelompok bahkan di dalam satu kelas.
*Di samping itu terkadang anggota kelompok juga sering berbagi cerita lewat sharingface to face atau melalui fasilitas chatting di internet di luar dari waktu mengerjakan tugas.
*Ada juga acara bersama yang dilakukan oleh kelompok seperti futsal bersama, walaupun ada anggota kelompok yang tidak bisa hadir karena berhalangan adanya urusan keluarga atau pribadi. Tak jarang juga anggota kelompok makan bersama, selama makan bersama ini anggota kelompok membicarakan tugas yang ada baik tugas Knowledge Management, bersendau gurau sambil melepaskan penat setelah menerima tugas yang cukup berat di setiap mata kuliah.
*Semua hal di atas dilakukan dengan tujuan agar tidak terjadi kesenjangan dalam kelompok dan agar menjadi seperti satu kesatuan keluarga. Sehingga bisa berinteraksi dengan baik dan juga mengerjakan tugas bisa dilakukan secara maksimal.
Pencarian Inspirasi :
*Inspirasi dalam kelompok satu didapatkan dari pengalaman masing – masing anggota, dimana setiap anggota mengalami pengalaman yang unik sehingga bisa diceritakan kepada anggota kelompok. Dari internet, dimana semua informasi sekarang dengan mudahnya ditemukan dalam internet. Dari teman, karena dengan teman semua cerita mengenai hidup di-share, mulai dari hal yang kecil hingga hal yang besar. Bahkan dari pengalaman orang lain yang di share lewat internet atau cerita di buku biografi. Kebanyakan kami mengandalkan pengalaman karena pengalaman merupakan guru yang paling berharga.
Meeting :
*Kelompok satu beranggotakan 10 orang. Terkadang masing – masing anggota sulit untuk mencari waktu luang dimana keseluruhan anggota bisa berkumpul. Untuk itu kelompok lebih sering menggunakan fasilitas chatting conference di internet.
*Bagi kelompok ini merupakan salah satu cara yang efektif mengingat tempat tinggal anggota yang cukup jauh satu sama lain. (Robby di Depok, Alvian di Grogol, Patrick di Sunter, Jeffry di Bekasi, Andreas Martin di Pamulang)
*Selain lewat media internet, pertemuan juga diadakan di kampus seusai kelas Knowledge Management. Sewaktu meeting, dibicarakan mengenai tugas yang akan datang dan sering kali diselingi dengan gurauan – gurauan mengenai kelompok atau pelajaran.
Cara Bikin :
*Pertama – tama dilakukan penyatuan topik dari kemampuan dari masing – masing anggota kelompok. Dilakukan diskusi mengenai topik apa yang sekiranya cocok untuk diangkat menjadi topik dalam tugas utama kelompok ini.
*Setelah topik ditentukan, dilakukan pembagian tugas di dalam kelompok. Dimana setiap orang diwajibkan untuk memposting. Setiap anggota diberikan deadline untuk memposting tugasnya di blog kelompok. Dan dengan adanya kesepakatan dimana orang yang terakhir memposting harus mengedit dan memberikan kesimpulan dari setiap posting anggota, tugas yang diberikan dapat diselesaikan dengan tepat waktu oleh masing – masing anggota.
*Biasanya tugas yang telah selesai dibuat tidak langsung diposting oleh anggota, melainkan melalui proses penggubahan yang dilakukan oleh anggota lainnya sehingga hasil yang dihasilkan bisa maksimal dan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh kelompok.
Pembagian tugas :
*pembagian tugas dilakukan sesuai dengan kemampuan dari masing – masing anggota, sebagai contoh Jeffry, dengan keahliannya ‘bermain’ blog maka kelompok memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjadi ‘teknisi’ blog kelompok. Robby, kemampuannya memikirkan ide – ide brilian membuat kelompok memilih Robby sebagai inovator, dimana ada kebuntuan maka Robby bisa memecahkannya, juga sebagai pembicara, karena kemampuannya berbicara di depan publik melebihi kemampuan anggota yang lainnya.
*ada juga yang bertugas sebagai finisher yaitu Jeffry, dimana setelah selesai tugas dari anggota, dialah yang mengeditnya sehingga bisa sesuai dengan keinginan kelompok.
*Di setiap kali ada tugas, terjadi pergantian tanggung jawab dalam kelompok. Hal ini dilakukan demi adanya kesetaraan diantara anggota kelompok, semua tugas ditanggung secara bersama – sama. Sehingga tidak terjadi suatu pembebanan kepada satu orang dalam kelompok. Semua orang dapat merasakan menjadi koordinator.
Kejar tayang :
*tidak seluruh tugas dapat diselesaikan dengan sempurna, seringkali kelompok menemukan kebuntuan dalam pengerjaan tugas, entah karena kurangnya ide, atau sedang banyak tugas di mata kuliah lainnya yang juga dikejar deadline. Tidak jarang kelompok harus membuat tugas hingga larut malam demi selesainya tugas tersebut.
*untuk mempercepat tugas agar terselesaikan tugas dibagikan kepada anggota kelompok, dengan cara ini tugas menjadi sedikit lebih ringan